BDPN Gandeng Unisi dan Beberapa PKBM akan Launching Program Gratis Penyetaraan Pendidikan
KILASRIAU.com - Bangun Desa Payung Negeri (BDPN) menggandeng Universitas Islam Indragiri (Unisi) menerapkan program gratis penyetaraan pendidikan.
Program tersebut akan dilaunching pada 2 Agustus 2024 dalam rangka menyelamatkan anak-anak yang putus sekolah agar dapat melanjutkan pendidikan.
"insyaAllah besok tanggal 2 Agustus 2024 kita akan launching program ini," kata Ketua BDPN Inhil, Zainal Arifin Husein, Kamis (1/8/2024).
- FEBM UMRAH Gandeng UiTM Malaysia, Dorong Tata Kelola Wisata Senggarang Berbasis ESG Lewat Pengabdian Kolaboratif Internasional
- Mahasiswa KUKERTA UNRI 2026 Tinggalkan Program Berkelanjutan Melalui Rekonstruksi Gapura dan Bank Sampah Desa Karya Mulya
- Akselerasi UMKM Pesisir: UMRAH dan UiTM Malaysia Dampingi Pelaku Usaha Olahan Laut Senggarang Lewat Digital Storytelling
- Bunda Literasi Inhil Bahas Pengembangan Perpustakaan Apung sebagai Inovasi Layanan Literasi
- AMERTARU: Mahasiswa KKN Universitas Riau Bersama Masyarakat Laksanakan Pembagian dan Penanaman 80 Bibit Durian dan Jengkol di Desa Sungai Air Putih
Program ini bertujuan untuk membantu anak yang ingin meningkatkan jenjang pendidikan berupa paket A, B dan C dengan melibatkan beberapa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
"Ini adalah upaya untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka yang mungkin tidak memiliki akses ke pendidikan formal yang memadai," jelas Zainal.
Program ini mencakup berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga menengah, dan menyediakan materi pembelajaran serta bimbingan yang diperlukan untuk mengikuti ujian penyetaraan.
"Dengan demikian, peserta dapat memperoleh ijazah yang setara dengan pendidikan formal, yang dapat membuka peluang lebih besar dalam karier dan pengembangan pribadi," sambungnya.
Program ini juga atas buah pikir mengenai banyaknya anak putus sekolah akibat dampak perubahan iklim. Dimana dampak perubahan iklim tersebut menghilangkan mata pencaharian Masyarakat petani dan nelayan.
Perubahan iklim ini buntut dari kerusakan lingkungan akibat degradasi hutan mangrove di pesisir Indragiri. Ribuan hektare kebun Masyarakat petani rusak parah akibat intrusi air laut.
"Akibat bencana alam ini berdampak kepada perekonomian, mengakibatkan anak mereka putus sekolah dan tidak mampu melanjutkan pendidikan dasar dan menengah,"
Zainal telah menyaksikan langsung beberapa fasilitas pendidikan di Desa Tanjung Pasir dan beberapa sekolah di wilayah utara pesisir Kabupaten Indragiri Hilir yang tidak layak.
Bahkan para generasi terancam tidak mampu melanjutkan pendidikannya akibat perekonomian orang tuanya yang sangat sulit. Mata pencarian utama mereka hilang.
"Maka dari itu kami (BDPD_red) menggandeng Unisi dan PKBM untuk menerapkan program dalam rangka memberikan pendidikan kepada anak putus sekolah." Tutupnya.

Tulis Komentar